AS libur, saham Asia stabil
Jakarta, Strategydesk - Bursa utama Asia bergerak stabil hari ini, menyusul minimnya katalis karena tutupnya perdagangan AS semalam. Selain itu, pasar cenderung rehat setelah kemarin rally, berkat penguatan Wall Street dan data ketenagakerjaan AS yang mengurangi kecemasan mengenai ekonomi terbesar dunia itu.
Data Jumat lalu menunjukan nonfarm payroll, atau lapangan kerja di luar sektor pertanian, berkurang 54.000 di Agustus, lebih rendah dari prediksi 105.000. Selain itu, lapangan kerja swasta bertambah sebanyak 67.000, lebih besar dari prediksi 40.000.
Data itu mengurangi kecemasan pasar akan ancaman double dip recession.Namun, pergerakan yen masih menentukan laju indeks Nikkei. Apresiasi mata uang itu bisa menggerus penguatan indeks tersebut. Di Korsel, pasar terfokos jelang rapat regular Bank Sentral Korea (BOK) Kamis pekan ini.
Aktivitas perdagangan sepertinya masih akan berkurang karena tidak ada even ekonomi penting terjadwal hari ini. Minimnya katalis akan menjadi faktor penghambat laju saham Asia dan Eropa. Namun, data payroll AS sepertinya masih menjadi sentimen positif.
Nikkei Futures Kontrak September (SSIU0)
Indeks Nikkei memantapkan posisinya di zona positif kemarin, menguat untuk keempat sesi berturut-turut, berkat data ketenagakerjaan AS yang mengurangi kecemasan mengenai double dip recession. Data tersebut meningkatkan optimisme ekonomi AS tidak akan terjerumus kembali ke resesi, yang akhirnya mendorong short covering. Meski risk appetite bangkit berkat data payroll, pelaku pasar masih mewaspadai pergerakan yen, yang masih terjebak di kisaran 84 per dollar. Indeks Nikkei .N225 ditutup menguat 187,19 poin, atau 2,05%, di 9.301,32.
Indeks Nikkei dibayangi aksi profit taking pasca kenaikan dalam 4 sesi terakhir berturut-turut. Faktor teknikal menjadi penggerak utama menyusul minimnya katalis dan tutupnya pasar AS. Namun, fluktuasi masih jadi perhatian pasar. Disamping itu, hasil keputusan rapat bulanan BOJ hari ini.
Kospi Futures Kontrak September (KSU0)
Sementara itu di Korsel, indeks Kospi rally dan mendekati level psikologis 1.800 berkat optimisme mengenain ekonomi global dan laba perusahaan. Data payroll yang lebih baik dari prediksi menjadi faktor yang mengangkat optimisme itu. Indeks Kospi .KS11 ditutup menguat 12,40 poin, atau 0,7%, di 1.792,42. Indeks itu sempat menyentuh 1.794,07.
Sama halnya dengan Nikkei, indeks Kospi diperkirakan bergerak dalam kisaran terbatas, dan terlihat akan mengalami penurunan setelah kemarin sempat mendekati level psikologi 1.800. Sementara itu, saham blue-chip diperkirakan mampu batasi kejatuhan indeks, menyusu proyeksi laba sector tersebut.
Hang Seng Futures Kontrak September (HSIU0)
Indeks Hang Seng masih mencatat hasil positif kemarin, melanjutkan gain sesi sebelumnya, didorong sektor properti setelah Sino Land mengumumkan kinerja keuangan yang lebih baik dari prediksi. Selain itu, sektor itu juga terangkat berkat data yang menunjukan penjualan rumah di Hong Kong meningkat ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Indeks Hang Seng .HSI ditutup menguat 102,58 poin, atau 0,49%, di 20.971,50.
Laju indeks Hang Seng kini mulai tertahan, menyusul aksi ambil untung yang membayangi bursa Asia pasca rally dalam beberapa perdagangan sebelumnya. Aktivitas perdagangan sepertinya akan berkurang karena liburnya pasar AS. Apalagi hampir tidak ada even ekonomi penting terjadwal hari ini. Minimnya katalis akan menjadi faktor penghambat laju indeks.
Rekomendasi
NIKKEI
KOSPI
HANG SENG
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Krisis Eropa kembali menggelayuti regional
- Regional rally berkat data AS
- Wall Street flat, regional menanti payroll
- Data manufaktur angkat regional
- Data AS mengecewakan, regional tertekan
- Wall Street koreksi tipis, regional range terbatas
- Dow koreksi, regional fokus pertemuan Uni Eropa
- Data AS giring koreksi bursa Asia
- Pasca FOMC, bursa Asia masih positif
- Apple Hijaukan Regional
- Fokus Menkeu Eropa, Nikkei menguat
- Laju Nikkei tertahan
- Sentimen Positf Eropa & AS, bursa Asia melaju
- IMF, Goldman Sach Hijaukan Asia
- Penguatan Asia Mulai Terbatasi



