Arus dana asing masih sokong IHSG
Jakarta, Strategydesk - Dalam perdagangan hari ini, IHSG kemungkinan akan bergerak fluktuatif dalam kisaran yang terbatas. Aksi beli selektif, di tengah derasnya arus dana asing, sepertinya masih mewarnai bursa. Namun, minimnya katalis akan menghambat lajunya.
Faktor eksternal terlihat kembali tidak kondusif. Di akhir pekan, Wall Street berakhir negatif karena mencuatnya kecemasan mengenai ekonomi AS karena data penjualan ritel yang buruk. Apalagi hari ini bursa regional bertumbangan, menyusul data PDB Jepang yang mengecewakan.
Kinerja ekonomi domestik memang cukup baik dan menjadi faktor yang mendorong arus dana asing. Namun, aktivitas perdagangan sepertinya juga lesu menjelang libur Hari Kemerdekaan besok, di mana bursa akan ditutup. Alhasil, indeks diperkirakan akan terjebak dalam range yang sempit.
Sementara itu, saham Asia berjatuhan, dengan indeks Nikkei anjlok karena data pertumbuhan ekonomi Jepang yang lebih buruk dari prediksi.
Indeks Nikkei turun 1,3% dan indeks Kospi merosot 1,2% saat ini. Sentimen di bursa Tokyo jatuh karena data yang menunjukan PDB Jepang hanya tumbuh 0,4% selama kuartal kedua. Angka tersebut lebih rendah dari prediksi 2,3% dan kuartal sebelumnya 4,4%. Perlambatan tajam ini disebabkan oleh berkurangnya ekspor, yang sepertinya karena penguatan yen.
Sebagian besar data ekonomi penting sudah diumumkan dan musim laporan keuangan sudah berakhir. Bursa saham global sepertinya akan dilanda koreksi selama minggu ini. Namun, kejatuhan sudah cukup tajam minggu lalu, bila terjadi koreksi, aksi bargain hunting akan kembali mengangkatnya. Meski demikian, tanpa ada katalis baru yang solid, penguatannya akan sementara dan terbatas.
Data terjadwal hari ini adalah inflasi zona euro dan Empire Manufacturing, atau aktivitas manufaktur di kawasan New York. Bila data ini mempertegas perlambatan ekonomi AS, Wall Street akan terkoreksi lagi.
Review
Di saat bursa regional bergerak fluktuatif, IHSG mampu melaju dan menggapai hasil positif. Derasnya arus dana asing mengangkat saham-saham unggulan.
Faktor pemicu adalah penguatan saham BBNI menyusul penjualan saham greenshoe yang amat diminati oleh banyak invetor, baik asing maupun lokal.
IHSG ditutup menguat 27,366 pin, atau 0,90%, di 3.053,010. Sedangkan indeks LQ45 naik 5,152 poin, atau 0,89%, ke 579,934. Sebanyak 119 saham menguat, 81 saham melemah dan 86 saham flat. Secara sektoral, semua mencatat hasil positif, dipimpin oleh aneka industri yang naik 1,77%.
Secara mingguan, IHSG hanya turun 7,6 poin, atau 0,25%. Kinerja ini menunjukan bahwa meski sempat mengalami kejatuhan, IHSG berhasil pulih. Kepercayaan investor terhadap kekuatan ekonomi domestik dan harapan cerahnya prospek laba masih menjadi factor yang mendukung IHSG.
Volume perdagangan mencapai 3,434 miliar lembar saham dengan nilai Rp 4,829 triliun. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 346,048 miliar.
Ulasan Teknikal
IHSG
Pola white opening marubozu yang terbentuk yang mengiringi pola hammer telah memberikan konfirmasi bullish bagi IHSG untuk meraih target bullish jangka pendek di 3083. Hal ini didukung pula dengan MA 10 yang beranjak uptrend. Sementara itu, tren keseluruhan masih menunjukkan flat dan terjebak pada area resistance-nya di 3083 dan support-nya di 2993. Kedua level tersebut selanjutnya akan menjadi arah pergerakan selanjutnya. Penembusan indeks di atas resistance akan membawa peluang bullish continuation menuju area 3150. Sebaliknya, jika tembus support, koreksi bisa berlanjut menuju area 2870 – 2844.
R3 3090 S1 3034
R2 3072 Pivot 3044 S2 3016
R1 3062 S3 3006
Rekomendasi
GJTL 
Moving average yang bergerak di bawah harga menunjukkan bahwa secara trend GJTL masih bullish, Sementara pola white opening marubozu yang disertai dengan besarnya volume mengindikasikan adanya bullish continuation. Namun perlu diperhatikan bahwa indikator RSI dan stochastic mulai menunjukkan jenuh beli. Hal ini bisa membatasi kenaikan GJTL selanjutnya. Untuk pergerakan selanjutnya, harga sepertinya masih berpeluang menguat menuju area resistance di 1530 – 1580. Waspadai adanya pullback selling pada area tersebut, yang memungkinkan adanya koreksi untuk kembali menuju area support-nya di area 1390 – 1370. Rekomendasi : Sell on strength 1530. Buy back at support support level 1370, stop loss, 1320, target 1530. Support : 1390, 1370. Resistance : 1530, 1580.
PGAS
Moving average yang bergerak uptrend menunjukkan bahwa tren keseluruhan PGAS masih bullish. Sementara pola white marubozu yang terbentuk mengindikasikan adanya bullish continuation. Pola bullish PGAS juga masih didukung oleh indikator RSI dan stochastic yang masih positif. Kami melihat adanya potensi kenaikan PGAS untuk meraih resistance triangle-nya di area 4175. Penembusan harga di atas resistance tersebut akan mengkonfirmasi bullish continuation, untuk target bullish selanjutnya di area 4400. Sementara itu, harga akan berbalik arah (reversal) jika terjadi breakout pada support-nya di 4000, untuk target bearish di area 3800. Rekomendasi : Hold, stop loss breakout 4000. Support : 4050, 4000. Resistance : 4175, 4400.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



