Ancaman koreksi bayangi IHSG
Jakarta, Strategydesk - Setelah berhasil mencetak rekor barunya kemarin, IHSG kini terancam koreksi karena diselimuti sentimen negatif. Kejatuhan bursa global menyusul data ekonomi AS yang buruk kemungkinan akan dijadikan alasan untuk melakukan aksi ambil untung.
Wall Street terjungkal karena indikator AS yang semakin menegaskan perlambatan ekonomi terbesar dunia itu. Initial jobless claims dan Philadelphia Fed menunjukan angka yang lebih buruk dari prediksi.
Situasi ini diikuti oleh bursa regional, yang kemarin baru saja bangkit dari kejatuhan. Namun , kejatuhan terlihat masih bisa diredam.
IHSG mencetak rekor barunya di 3.105 kemarin, dan kondisi global sepertinya dijadikan momentum untuk profit taking. Namun, arus dana asing mencapai Rp. 1 triliun kemarin. Selama arus dana asing masih deras dan pembelian investor asing masih tinggi, kejatuhan masih dapat dibatasi.
Sementara itu, saham Asia bertumbangan hari ini menyusul jatuhnya Wall Street karena data ekonomi As yang buruk. Indeks Dow Jones anjlok 1,4% menyusul data initial jobless claims dan Philadelphia Fed yang memperlihatkan rentannya ekonomi AS.
Initial jobless claims di luar dugaan bertambah menjadi 500.000 minggu lalu dari 488.000 minggu sebelumnya. Sedangkan Phily Fed, yang mengukur aktivitas manufaktur di kawasan Philadelphia, merosot ke -7,7 bulan ini dari 5,1 bulan lalu. Kedua data itu sebelumnya diperkirakan akan menunjukan kenaikan.
Indeks Nikkei turun 1,0% dan indeks Kospi melemah 0,3%. Pelaku pasar Jepang juag menantikan dengan cemas apakah BOJ akan mengadakan rapat darurat untuk memutuskan masalah stimulus moneter. Indeks Nikkei berhasil rebound kemarin berkat isu BOJ akan menambah dan memperpanjang program lukuiditasnya. Meski yen melemah saat ini, pasar masih cemas dengan kemungkinan mata uang itu menembus ke bawah 84 per dollar.
Tidak ada data ekonomi terjadwal dari negara besar hari ini, membuat pasar kekurangan katalis.
Review
IHSG berhasil mencetak rekor baru, di tengah laju bursa regional dan derasnya arus dana asing. Penguatan ini juga menyusul bursa saham Asia yang rally berkat bargain hunting menyusul kejatuhan tajam saham di sesi-sesi sebelumnya.
Selain itu, arus dana asing masih terus mengalir, mengindikasikan kepercayaan investor akan prospek ekonomi Indonesia. Kepercayaan itu semakin kuat menyusul pidato Presiden di awal pekan ini terkait kondisi dan prospek perekonomian nasional.
Penguatan IHSG juga tidak lepas dari saham Berau coal Energy (BRAU) yang melesat di perdagangan perdananya. Saham itu mencatat debut mengesankan dengan nilai transaksinya mencapai Rp. 700 miliar. Perdagangan semakin marak dengan pembelian 10% saham Bayan Resources (BYAN) oleh KEPCO senilai Rp. 2,3 triliun.
Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG memposisikan diri di level 3105,530, menguat sebesar 33,263 poin atau 1,08%. Itu merupakan rekor terbarunya. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,967 poin, atau 1,19%, di 589,893.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 142.608 kali pada volume 7,094 miliar lembar saham dan bernilai sebesar Rp 7,791 triliun. Sebanyak 99 saham naik, 119 saham turun dan 72 saham stagnan pada penutupan perdagangan hari ini. Investor asing mencatat pembelian bersih (net buy) sebesar Rp. 1,761 triliun.
Ulasan Teknikal
IHSG 
Selama mampu memelihara harga di atas 3056, TREN NAIK SKALA KUAT pada IHSG masih terjaga dan tetap mencari celah kenaikan untuk meraih target 3031 hingga 3081. Seluruh element ichimoku masih menyarankan pada posisi beli, artinya pada target jangka menengah potensi kenaikan untuk IHSG masih berpeluang besar, indikasi tren naik IHSG tersebut di konfirmasi oleh stochastic yang membentuk pola kenaikan lanjutan.
Trend Strength : Bullish (STRONG), kemarin : 100 %, hari ini : 100 % (Terjadinya stabilitas presentase tren naik)
Strategy:
Beli 1 : 3105 , stop di 3092 dengan target 3031 ( untuk target bulanan di 3181)
Beli 2 : 3056 , stop di 3043 dengan target 3031 ( untuk target bulanan di 3181)
Support : S3 : 3033.21, S2 : 3052.84, S1 : 3079.09
Pivot : 3098.73
Resistance : R1 : 3124.98, R2 : 3144.62, R3 : 3170.87
Rekomendasi
INTP
Pola white closing marubozu yang disertai dengan volume yang besar ketika terjadi breakout pada garis resistance di 17.100 telah memberikan bullish continuation bagi INTP. Pola bullish INTP juga tercermin dari moving average yang bergerak uptrend. Selain itu, indikator RSI dan stochastic masih terlihat extend bullish. Untuk pergerkan selanjutnya, kami masih melihat adanya potensi kenaikan untuk meraih target bullish-nya di area 18.300, dengan resistance saat ini berada di area 17.850. Sementara itu, ruang koreksi kemungkinan berada di area 17.100, yang saat ini telah menjadi support (sebelumnya resistance).
Rekomendasi : Take profit at 17.850. Buy back on support 17.100, stop loss 16.700, target 17.850. Support : 17.100, 16.700. Resistance : 17.850, 18.100
DGIK
Moving average yang downtrend menunjukkan bahwa secara tren DGIK masih bearish. Namun begitu, sinyal rebound saat ini mulai terlihat di mana RSI mulai berpotensi membentuk bullish divergence, sementara indikator stochastic berada di area oversold dan berpeluang golden cross. Terlihat bahwa saat ini harga masih tertahan di area support kuatnya di 80. Jika support tersebut mampu dipertahankan, DGIK berpeluang rebpund untuk meraih resistance-nya di area 87. Perlu diperhatikan, bahwa rebound tersebut tidak merubah trend secara keseluruhan dan hanya bersifat sementara. Waspadai jika terjadi breakout pada support di 80, harga berpeluang terkoreksi lebih jauh menuju area 75 – 70. Rekomendasi : Trading buy, stop loss breakout 82, target 85 – 87. Support : 80, 75. Resistance : 85, 87.
Stock Screener
Ket : B = Buy, S = Sell, H = Hold, N = Netral
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Dow koreksi, IHSG makin tertekan
- IHSG uji resisten 4.025-4.038
- IHSG berfluktuasi, profit taking mengancam
- IHSG tembus 3.960, target berikutnya 3.992-4.025
- IHSG flat naik di kisaran 3.890-3.960
- IHSG rebound, uji resisten 3.950
- IHSG terseret signal negatif DJI
- Regional tidak bertenaga, IHSG kembali meredup
- IHSG terbantukan hijaunya Asia
- Koreksi IHSG berlanjut?
- IHSG Terus Cetak Level Tertinggi Tahun Ini
- Faktor Eksternal & Internal Bawa IHSG Terus Melaju
- IHSG Coba Level Tertinggi Tahun Ini
- IHSG Menguat Terbatas, Eropa Masih Jadi Fokus
- Downgrade 9 negara zona euro, IHSG lesu



