Ancaman iran dongkrak minyak

Tanggal December 28, 2011 / 2:32 pm. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Minyak naik tajam setelah Iran mengancam akan menutup distribusi minyak yang melewati Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital  setidaknya 30% output minyak dunia.

Ancaman itu datang menyusul upaya penambahan sanksi atas Iran yang diterapkan Barat untuk memangkas jumlah minyak yang dapat diekspor negara itu. Barat terus meningkatkan sanksi atas Iran karena dugaan program nuklirnya ditujukan untuk membuat senjata, tuduhan yang berulang kali dibantah Iran.

“Bila Iran sampai diembargo, tak setetes pun minyak bisa lewat Selat Hormuz,” kata Wakil Presiden Mohammad Reza Rahimi kemarin, dikutip oleh Kantor Berita Iran IRNA. Iran juga sedang menggelar latihan militer di sekitar selat itu, dan dijadwalkan akan berlangsung selama 10 hari.

Sekitar 15 juta barel minyak per hari melewati selat itu selama 2009, menurut data Energy Information Administration (EIA). Jumlah itu merupakan seperenam total produksi dunia atau sepertiga minyak yang diperdagangkan dunia. EIA menyebutnya sebagai jalir minyak terpenting dunia. Sebagian besar minyak yang lewat jalur itu ke  dikonsumsi negara Asia, tapi karena diperdagangkan secara global,  berkurangnya pasokan bisa mempengaruhi harga minyak dunia.

Perang urat syaraf antara Iran dan Barat terus menjadi support bagi harga minyak selama beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, Kongres AS mengatakan siap menambah sanksi ke Iran dengan melarang siapapun bertransaksi dengan bank sentralnya. Bagi siapa yang kedapatan bertransaksi, akan dilarang berbisnis di AS.

Iran, produsen minyak terbesar keempat dunia, memang melaksanakan bisnis ekspor minyak melalui bank sentralnya. Meski Washington dan pemerintahan Barat lainnya gatal untuk menambah tekanan ke Iran dengan mengancam industri minyaknya, mereka juga berpikir akan dampaknya terhadap harga.

Bank investasi Merril Lynch memperkirakan harga bisa naik sebesar $40 per barel bila minyak Iran diembargo. Harga bisa naik lebih tinggi lagi bila Iran menghadang lalu lintas tanker minyak di Selat Hormuz.

Pada jam 14:16 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Februari naik 12 sen ke $101,46 per barel. Sedangkan minyak jenis Brent untuk  bulan yang sama turun 5 sen jadi $109,22 per barel.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account