Ancaman deflasi meningkat di AS

Tanggal July 30, 2010 / 11:17 am. Oleh: Nizar Hilmy

Jakarta, Strategydesk - Presiden the Fed distrik St. Louis James Bullard mengatakan ancaman deflasi di AS lebih tinggi dibandingkan awal tahun ini.

Dalam wawancara dengan surat kabar Nikkei, Bullard, anggota FOMC yang memiliki hak voting tahun ini, mengatakan ekspektasi inflasi menurun selama musim semi. Oleh karena itu, pihaknya terus memantau perkembangan.

Ia  juga mengatakan meski belum perlu memperlonggar kebijakan moneter, the Fed perlu bertindak bila ekonomi AS terus memburuk. Ia mengatakan opsi yang paling mungkin adalah membeli obligasi pemerintah, sembari menambahkan masih ada ruang untuk mempengaruhi suku bunga jangka menengah dan panjang.

Menurutnya, saat ini AS sedang di ambang deflasi model Jepang.  Oleh karena itu, ia menyarankan the Fed utnuk melanjutkan kembali program tersebut bila ekonomi semakin melambat dan harga terus jatuh, dari pada mempertahankan janji suku bunga rendah.

Ia mengatakan komunikasi the Fed untuk tetap memberlakukan suku bunga rendah tidak selamanya efektif. Banyak yang mengatakan suku bunga hampir nol akan mendorong inflasi, kebijakan seperti itu juga bisa meyebabkan penurunan harga.

Sementara itu, pejabat the Fed lainnya, yaitu Richard Fisher, mengatakan kebijakan moneter sudah tidak bisa lebih akomodatif lagi. Menurutnya, the Fed sudah melakukan tugasnya dengan memperlancar likuiditas pasar dan menambah neraca.

Kini, menurutnya, tergantung dengan politisi dan pemerintah untuk memformulasikan kebijakan yang dapat membereskan regulasi yang ia anggap menghambat pemulihan ekonomi.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account