Aksi ambil untung tekan minyak
Jakarta, Strategydesk - mMinyak terkoreksi hari ini menyusul aksi ambil untung setelah harga mencapai level tertinggi dalam hampir sebulan terakhir.
Di sesi sebelumnya, minyak melonjak hingga ke kisaran $79 per barel berkat penguatan saham, data ekonomi yang lebih baik dari prediksi, dan ancaman badai. Pada jam 16:45 WIB, minyak jenis Light Sweet untuk pengiriman Agustus turun 28 sen menjadi $79,02 per barel dalam perdagangan elektronik di NYMEX.
Minyak terlihat masih mampu bertahan berkat penguatan saham dan kejatuhan dollar menyusul data ekonomi Jerman dan Inggris yang lebih baik dari prediksi. Indeks Sentimen bisnis Jerman dan data PDB Inggris mengurangi kecemasan mengenai kondisi ekonomi di kedua negara.
Minyak masih didukung oleh ancaman badai tropis yang diperkirakan akan menuju Teluk Meksiko, kawasan produksi minyak di AS. Badai Bonnie sedang menuju kawasan itu yang menyumbang 31% output minyak dan 10% gas AS.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Minyak koreksi, antisipasi payroll
- Minyak stabil di $73
- Minyak rebound jelang data EIA
- Saham ambruk, minyak terpuruk
- Minyak terkoreksi dari $75
- Minyak koreksi jelang revisi PDB AS
- Minyak rebound ke $73
- Minyak flat jelang EIA
- Minyak terjungkal ke $72
- Minyak belum banyak gerak
- Minyak anjlok ke $73
- Laju saham Asia dorong minyak
- Data API, dollar tekan minyak
- Minyak tersendat di $75
- Minyak rebound, data ritel AS dinanti



