ADB turunkan proyeksi PDB Indonesia
Jakarta, Strategydesk - Bank Pembangunan Asia (ADB) merevisi turun proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun depan dari 6,8% ke 6,5% seiring dampak krisis utang Eropa dan perlambatan ekonomi AS.
Tapi ADB optimis ekonomi di Asia Timur tetap tumbuh moderat. Melalui laporan terbarunya bertajuk Monitor Ekonomi Asia, ADB mengatakan meski AS dan Eropa diterpa krisis, Asia Timur dapat melalui dampak yang mungkin datang dari kedua ekonomi bermasalah itu.
Dalam laporan itu, ADB memperingatkan krisis utang Eropa dan lesunya ekonomi AS menjadi ancaman signifikan terhadap ekonomi Asia Timur. Oleh karena itu, para pemimpin di Asia Timur harus mengambil langkah antisipatif dalam meredam efek dari krisis di kedua benua itu. “Mereka perlu bekerja sama dalam mencegah dampak yang mereka takutkan dapat memicu resesi global,” kata Iwan Jaya Aziz, perwakilan ADB dalam pernyatannya.
Di saat yang sama, ADB juga menggarisbawahi perlunya negara di Asia Timur untuk terus melakukan perubahan struktural dan menerapkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Selain itu, laporan tersebut menyebut perlunya meningkatkan ketergantungan pada permintaan domestic dan regional, mengingat perlu waktu lama memulihkan ekonomi Eropa dan AS.
Dalam laporan itu, ADB juga merevisi turun prediksi PDB China 2012 menjadi 8,8% dari proyeksi sebelumnya 9,1%. Alhasil, ADB turut memangkas proyeksi PDB di kawasan Asia Timur tahun depan, menjadi 7,2% dari 7,5%. Dalam skenario terburuk, kawasan itu masih dapat tumbuh 5,4% meski krisis di AS dan Eropa semakin parah. Hal ini karena diferensiasi ekspor, yang dilaksanakan oleh beberapa negara di kawasan itu, masih dapat menopang pertumbuhan.
Pencarian Data
Masukkan kata kunci yang ingin Anda cariBERITA LAINNYA
- Jepang mulai optimis dengan prospek ekonomi
- Yunani harus gelar pemilu ulang
- Euro, cacat sejak lahir
- Pejabat Eropa bersiap kemungkinan keluarnya Yunani dari euro
- Krisis perbankan, dilema Spanyol
- Meski surplus bertambah, ekspor & impor China melambat
- Jerman ke Yunani: Langgar aturan, tak ada bantuan
- Perancis & Yunani picu era ketidakpastian baru
- Yunani berisiko keluar dari euro?
- Draghi tetap buka ruang tindakan bila diperlukan
- ECB coba bertahan di tengah tekanan
- Manufaktur China membaik, indikasi pemulihan
- RBA pangkas rate 50 bps
- Spanyol dalam jeratan resesi
- BOJ tambah stimulus moneter



