Ada apa dengan Bernanke?

Tanggal August 20, 2008 / 8:11 am. Oleh: Nizar Hilmy Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan Ketua the Fed Ben Bernanke untuk mencari petunjuk mengenai kinerja ekonomi AS dan prospek kebijakan the Fed. Ketua the Fed itu akan hadir dalam acara seminar tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Jumat nanti. Seminar tahun ini akan mengusung tema Stabilitas Keuangan. Meski acara tersebut bersifat akademis dan tidak secara langsung memberikan petunjuk mengenai langkah the Fed ke depan, tetap saja banyak pihak yang akan mencermati pidato Bernanke.
Kenaikan inflasi membuat the Fed dalam sorotan. Indeks PPI tahunan naik 9,8% bulan lalu, tertinggi dalam 27 tahun terakhir. Kenaikan itu terjadi meski harga energi mulai turun dan ekonomi melambat. Kenaikan inflasi ini meningkatkan tekanan the Fed untuk menaikkan suku bunga.
Para ekonom memperkirakan inflasi akan menurun setelah penurunan harga energi mulai terlihat dampaknya. Namun laporan ini meningkatkan kekhawatiran banyak pihak.
Dua pejabat the Fed yang dikenal hawkish, Richard Fisher Presiden distrik Dallas dan Jeffrey Lacker, Presiden distrik Richmond, memperingatkan bahwa kewaspadaan terhadap inflasi tetap penting meski minyak mulai cenderung turun.
Fisher mengatakan bahwa the Fed bisa kehilangan kredibilitas bila gagal bertindak mengatasi inflasi. Sedangkan Lacker mengatakan bahwa dalam rangka meredam inflasi, the Fed perlu memperketat kebijakannya secara bertahap. Ia memandang suku bunga the Fed saat ini sangat rendah dan sebaiknya jangan sampai lebih rendah lagi. 
The Fed memang terjebak dalam posisi yang sulit. Dalam kondisi normal, the Fed akan menaikkan suku bunga untuk meredam inflasi. Namun dengan memburuknya sektor perumahan dan rapuhnya sektor keuangan, kenaikan suku bunga dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi ekonomi.
Selain masalah inflasi dan suku bunga, pelaku pasar juga akan mencermati pidato Bernanke untuk melihat apa tanggapan Bernanke dan mungkin rencana the Fed terhadap perusahaan mortgage Fannnie Mae dan Freddie Mac.
Banyak pihak yang mencemaskan memburuknya kondisi kedua perusahaan itu akan membuat pemerintah AS turun tangan. Selain itu, masih diperdebatkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Jeffrey Lacker mengatakan bahwa kedua perusahaan itu sebaiknya di privatisasi. Pernyataan itu bertolak belakang dengan rencana Menteri Keuangan Henry Paulson yang berupaya mempertahankan bentuk kedua perusahaan itu sebagai perusahaan sokongan pemerintah (Government Sponsored Enterprise/GSE).
Pelaku pasar tentu berharap pidato Bernanke dapat memberikan titik terang mengenai permasalahan tersebut. Dengan merebaknya kembali kekhawatiran mengenai krisis kredit dan sektor keuangan AS, pidato Bernanke diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran itu.

Pencarian Data

Masukkan kata kunci yang ingin Anda cari

Statistic

eXTReMe Tracker

Advertisement

  • Ezydeal

    Ayo trading menggunakan ezydeal. Buka free account